Contoh Proposal Umroh Terbaik

Ajukan Penawaran! Contoh Proposal Umroh Terbaik

Bagi umat Islam, berkunjung ke tanah suci menjadi impian semua umat. Menjadi tujuan dari akhir rangkaian ibadah. Namun, lantaran keterbatasan kuota haji per tahunnya, umat Islam yang ingin ke tanah suci harus melewati masa tunggu. Di tengah banyaknya calon jemaah haji, maka masa tunggu di tahun 2019 ini sudah mencapai puluhan tahun lamanya. Tentunya, untuk mengisi kerinduan Rumah Tuhan, maka tidak ada salahnya muslim berumroh lebih dulu. Itulah mengapa kini banyak sekali bermunculan Biro Travel Umroh dengan berbagai contoh proposal Umroh yang menarik minat.

Tidak hanya menyediakan layanan ibadah saja, Biro-Biro perjalanan ini juga menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan. Bahkan, tidak jarang rangkaian ibadah Umroh yang mereka susun nantinya juga diakhiri dengan ziarah-ziarah dan wisata ke tempat bersejarah peninggalan zaman Nabi. Tentunya dalam menyiapkan ini, mereka tidak bisa sendiri. Pastilah ada partner atau mitra kerjasama.

Inilah salah satu alasan mengapa penyedia layanan membuat proposal jasa travel Umroh semenarik mungkin. Selain untuk menggaet banyak jemaah, hal ini juga bisa menggaet calon mitra potensial demi kelancaran travel mereka. Lalu untuk Anda yang saat ini mengelola bisnis perjalanan, bagaimanakah cara membuat contoh proposal Travel Umroh yang bagus agar dilirik jamaah dan calon mitra? Tidak perlu bingung, dibawah ini kami menyajikan contohnya. Mari, langsung saja simak ulasannya di artikel berikut ini!

Mengerti Tentang Beda Umroh dengan Haji

Umroh adalah salah satu kegiatan beribadah yang dilakukan oleh muslimin dalam rangka mengunjungi tanah suci. Seringkali, ibadah ini disebut Haji Kecil lantaran berbagai kegiatan yang dilakukan. Hanya saja, Umroh bisa dilakukan sepanjang tahun kecuali tanggal 10 hingga 13 Zulhijah, sementara Haji hanya bisa dilakukan di bulan Haji saja, yakni antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah. Selain itu, jika wukuf di Arafah menjadi inti ibadah Haji, maka Thawaf dan Sai lah yang menjadi inti ibadah Umroh.

Contoh Proposal Umroh Yang Bagus

Setelah mengetahui perbedaan antara kedua ibadah diatas, berikut ini kami menyajikan contoh proposal bisnis travel Umroh yang bisa Anda tiru selaku penyedia jasa layanan. Kira-kira apa sajakah informasi dan hal-hal yang perlu dicantumkan dalam contoh proposal Umroh yang baik dan menarik? Simak di ulasannya berikut ini!

  1. Pembukaan

Dalam membuat proposal, Anda harus memulainya dengan pembukaan. Inti dari pembukaan ini adalah memberi keterangan kepada siapa proposal tersebut ditujukan dan hal apa yang ingin disampaikan. Misalnya saja, tujukan proposa ini kepada calon mitra kerjasama Anda, lalu isikan keterangan mengapa Anda memberi penawaran ini dan betapa kerjasama ini akan menguntungkan serta menyenangkan. Terakhir, berilah keterangan di paling bawah terkait nama Anda, nama Travel, dan nomor yang bisa dihubungi.

  • Perkenalan Tentang Travel Anda

Sesudah menulis pembukaan, di bab selanjutnya contoh proposal Umroh ini, Anda disarankan untuk menuliskan perkenalan yang memuat tentang Travel Anda. Selain itu, cantumkan pula poin-poin keunggulan dari Travel Anda. Cara penyampaiannya adalah mulai dengan perkenalan nama usaha Anda, jenis usaha, dan motto perusahaan. Selain itu, yakinkan jika Anda akan membantu calon mitra dengan baik dengan kerjasama yang saling menguntungkan ini. Kemudian, cantumkan pula Nomor Izin Travel Anda untuk lebih meyakinkan calon mitra. Cantumkan juga berbagai sertifikat dan dokumen resmi untuk memperjelas keaslian kantor Anda.

  • Program Umroh dan Haji

Setelah melakukan perkenalan singkat dan jelas, di bab selanjutnya cobalah untuk menjelaskan apa-apa saja yang menjadi program atau paket dalam jasa layanan Anda. Hal ini selain memberikan informasi yang jelas, juga memperkecil kecurigaan dan rasa tidak percaya dari calon mitra. Adapun umumnya program-program yang sering dicantumkan dalam contoh proposal Umroh adalah program Umroh reguler, Umroh Plus yang biasanya lebih mahal dan lebih lama waktunya, dan program Haji Plus.

  1. Paket Ziarah

Lantaran Anda merupakan jasa penyedia biro perjalanan, maka Anda juga boleh menawarkan paket ziarah. Biasanya, perjalanan ini akan dilakukan setelah ritual ibadah selesai. Ada berbagai tempat ziarah yang umumnya dimasukkan dalam daftar kunjungan tour and travel, yakni :

  • Wisata Makkah

Selama di Makkah al-Mukaromah, Anda bisa mengajak calon mitra berkunjung ke Masjidil Haram, Masjid Jin, dan Masjid Kucing. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan ziarah ke Jabal Tsur, Jabal Nur, dan juga Jabal Rahmah. Anda juga bisa mengunjungi Mina dan Arafah bersama rombongan. Selain tempat-tempat tersebut, Anda juga bisa memberi penawaran berkunjung ke Masjid Qishas, Masjid Terapung, dan Laut Merah di dalam proposal.

  • Wisata Madinah

Sebagai salah satu kota suci Umat Islam, ada baiknya Anda juga memberi penawaran berkunjung ke Madidah di dalam proposal. Biasanya, tempat-tempat yang masuk dalam kunjungan ziarah adalah Makam Rasulullah di Masjid Nabawi, Raudah, dan Makam Ba’qi. Selain itu saat di Madinah Al-Munawaroh, Anda bisa berkunjung ke Jabal Uhud, Jabal Magnet, dan Kebun Kurma. Terakhir, Anda juga bisa mengajak calon mitra ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Ziarah Khandak.

  • Sarana dan Fasilitas

Setelah menawarkan berbagai program ibadah dan ziarah, di dalam proposal Anda harus mencantumkan sarana dan fasilitas apa saja yang akan didapatkan oleh calon mitra. Pada umumnya, fasilitas yang didapat jemaah sebelum berangkat adalah Manasik. Jika Anda sudah menyampaikan tata cara dan persyaratan Manasik, maka Anda bisa lanjut ke sarana dan fasilitas selama nanti beribadah. Sarana dan fasilitas yang didapatkan biasanya adalah tiket pesawat pulang-pergi, visa, tour dengan bus ber-AC, dan penginapan dengan hotel berbintang. Calon jemaah juga akan mendapat makan, snack, dan perlengkapan. Adapun perlengkapan yang diberikan yakni berupa koper, traveling bag, baju ihram dan mukena. Selain itu, ada pula pemberian seragam, buku doa, name tag, hingga souvenir untuk alumni. Terakhir, calon jemaah juga mendapat pembimbing ibadah, tour leader, muthowif, dan paket air zam-zam. Jika Anda ingin menambahkan atau mengurangi fasilitas, silahkan saja. Pasalnya, semua kebijakan tergantung perusahaan yang nantinya akan menyerahkan proposal.

  • Harga dan Jadwal

Jika sarana dan fasilitas sudah dicantumkan, maka jangan lupa untuk menuliskan waktu pelaksanaan, harga, dan jadwal kunjungan. Tentunya semua hal tersebut dapat dinego dengan pihak Anda selaku penyedia Travel sendiri. Cukup rincikan saja garis besar tentang pelaksanaa, harga, dan jadwalnya dengan sangat informatif dan tidak membingungkan. Jangan lupa, berikan keterangan terkait harga akomodasi yang sewaktu-waktu bisa berubah lantaran menyesuaikan harga pasar. Informasi ini jangan sampai terlewat lantaran sangat penting. Dengan rincian ini, Anda bisa memberikan calon jemaah gambaran tentang berapa budget yang harus mereka siapkan dan bayarkan nantinya jika ingin beribadah.

  • Harga Anak–anak

Sama halnya dengan berwisata, beribadah Umroh juga sering dilakukan satu keluarga. Maka dari itu selaku pihak Travel, Anda sebaiknya juga menginformasikan penerapan harga anak-anak dalam proposal Anda. Biasanya, anak berusia dibawah 24 bulan hanya akan dikenakan biaya 10% saja dari harga orang dewasa. Untuk usia 24-36 bulan, banyak pihak Travel lain yang menerapkan harga 50% dari usia dewasa. Terakhir, potongan masih bisa didapatkan oleh anak usia 3-7 tahun. Namun jika sudah lebih dari usia tersebut, pada umumnya biaya yang dikenakan adalah full.

  1. Persyaratan Jama’ah

Inilah informasi yang ditunggu-tunggu calon jemaah, yakni persyaratan untuk mendaftar. Berilah informasi yang singkat, padat, dan jelas terkait hal ini agar memudahkan calon jemaah. Berikan informasi terkait cara pengisian formulir, besaran uang muka, biaya pelunasan, dan jatuh tempo pelunasan. Selain itu, cantumkan pula besaran biaya tambahan yang perlu disetorkan, misalnya biaya perlengkapan dan Handling Airport. Terakhir, cantumkan pula apa saja dokumen yang perlu dikumpulkan dan juga batas penyerahannya. Jika ada, Anda bisa mencantumkan ketentuan pembatalan dan bagaimana prosedurnya.

  • Penutup

Akhir dari rangkaian proposal Travel Umroh kali ini adalah penutup. Tutuplah proposal dengan harapan yang baik dan kalimat yang mampu menggugah minat jemaah.

Demikianlah ulasan kali ini tentang contoh proposal Umroh.
Intinya, Anda haruslah memberikan informasi yang sangat jelas dan rinci kepada calon mitra. Agar calon mitra bisa lebih mudah dalam memahami tentang proposal travel umroh tersebut.

Jika Anda ingin Chek biaya umroh, travel umroh atau paket umroh murah silahkan tanya di Agen Resmi Haji Dan Umrah

Related Post to Contoh Proposal Umroh Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mohon Maaf Tolong dimatikan dulu AdBlocknya!!! Hargailah Penulis Konten Ini, Terimakasih
Refresh